Pasar Bull Mendaki Dinding Kekhawatiran (Bull Markets Climb a Wall of Worry)
Konteks Mendalam
Pasar memuncak pada Euphoria, bukan Ketakutan. Ketika beritanya sempurna dan semua orang merayakannya, tidak ada yang tersisa untuk membeli (puncak). Ketika beritanya mengerikan dan semua orang khawatir, pasar memanjat 'Tembok Kekhawatiran' karena ekspektasi begitu rendah sehingga berita 'kurang buruk' apa pun adalah bullish.Debat Dewan
“Kelelahan krisis. Pasar terbiasa dengan berita buruk. Hari pertama perang menghancurkan pasar. Hari ke-100 perang diabaikan. Tembok Kekhawatiran dibangun di atas kemampuan pasar untuk menurunkan kepekaan dirinya terhadap rasa sakit geopolitik.”
“'Rally Paling Dibenci'. Kami menyukai aksi unjuk rasa yang dibenci oleh para ekonom makro. Jika para ekonom mengatakan 'Rally ini tidak masuk akal karena PDB melambat', itu bullish. Ini berarti pasar melihat melewati perlambatan menuju pemulihan. Ketika para ekonom akhirnya setuju bahwa reli itu dibenarkan, itu sudah berakhir.”
“Rasio Put/Call. Kami mengukur 'Worry' melalui rasio Put/Call. Rasio tinggi (banyak perlindungan/put dibeli) berarti pasar dilindung nilai. Pasar yang dilindung nilai jarang jatuh karena penjualan telah dilakukan (melalui put). Penutup pendek mendorong pendakian.”
“Divergensi. Kami mencari harga yang membuat harga tertinggi baru sementara volatilitas (VIX) tetap tinggi. 'Tawaran Ketakutan' ini menegaskan Tembok Kekhawatiran. Trennya naik, tetapi kerumunan takut. Ini adalah tempat termanis dari siklus.”
“Kekhawatiran The Fed adalah jaring pengaman kami. Jika The Fed mengkhawatirkan ekonomi, mereka akan bersikap dovish (stimulatif). 'Tembok Kekhawatiran' bagi ekonomi seringkali merupakan 'Tembok Likuiditas' bagi pasar.”
“Skeptisisme Inovasi. 'Internet adalah mode.' 'Bitcoin adalah penipuan.' 'Algorithmic Intelligence adalah gelembung.' Skeptisisme ini memungkinkan tren tumbuh berkelanjutan. Jika semua orang mempercayainya pada Hari 1, itu akan menggelembung dan meledak segera. Keraguan memperpanjang landasan pacu.”
""